logo-raywhite-offcanvas

06 May 2026 NEWS 7 min read

Mengapa Rumah Jadi Bau Amis Setelah Dipel? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Tuntas

Mengapa Rumah Jadi Bau Amis Setelah Dipel? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Tuntas

Menjaga kebersihan rumah tentu menjadi rutinitas yang tidak bisa dilewatkan. Salah satu pekerjaan yang paling sering dilakukan untuk menjaga lantai tetap bersih adalah mengepel. Namun, beberapa orang mengalami masalah aneh, bukannya rumah tercium wangi dan segar setelah selesai mengepel, justru muncul aroma tidak sedap seperti bau amis yang sangat mengganggu. 

Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya apa penyebab rumah jadi bau amis setelah dipel? Padahal, lantai sudah dibersihkan menggunakan cairan pembersih yang wangi dan air yang terlihat bersih. 

Artikel ini akan membahas secara lengkap alasan munculnya bau amis setelah mengepel serta solusi efektif untuk mengatasinya, agar rumah kembali nyaman dan harum sepanjang hari.

Sisa Kotoran Masih Menempel pada Lantai

Salah satu penyebab paling umum dari lantai yang mengeluarkan bau amis setelah dipel adalah adanya kotoran yang masih tertinggal. Walaupun terlihat bersih, lantai sering kali masih menyimpan kotoran mikroskopis yang tidak terlihat oleh mata. 

Saat dipel, kotoran tersebut justru menyebar ke seluruh permukaan lantai dan bercampur dengan air pel sehingga menimbulkan aroma yang tidak sedap. Kotoran tersebut terutama berasal dari bekas makanan, debu yang sudah lembab, hingga bekas jejak kaki.

Solusi untuk masalah ini adalah mengepel lantai setelah menyapu dengan benar dan memastikan tidak ada noda lengket yang belum diangkat. Jika lantai terlihat kotor karena tumpahan makanan, gunakan lap kering atau tisu terlebih dahulu sebelum dipel dengan air. Selain itu, jangan mengepel hanya sekali lalu selesai dua kali pengepelan dengan air bersih bisa membantu menghindarkan sisa kotoran yang tertinggal dan menyebabkan bau.

Air Pel yang Digunakan Sudah Kotor

Banyak orang mengira bahwa selama air masih terlihat cukup jernih, maka air pel masih layak digunakan. Padahal, ketika kain pel dicelupkan, kotoran langsung larut dalam air dan membuatnya menjadi media penyebaran bakteri serta aroma tidak sedap. Jika air pel tidak diganti berkali-kali saat mengepel ruangan besar, bau amis bisa muncul karena air yang kotor justru menempel kembali ke lantai.

Untuk mengatasinya, pastikan mengganti air pel secara berkala, terutama jika ruangan yang dipel cukup luas. Jika mulai ada busa atau air terasa licin dan gelap, sudah saatnya mengganti air tersebut dengan yang baru. Gunakan juga dua ember terpisah: satu untuk membilas pel, satu khusus untuk air bersih yang dicampur cairan pembersih.

Kain Pel yang Jarang Dicuci dan Dijamur

Kain pel yang sudah dipakai berkali-kali tanpa dicuci dengan benar akan menyimpan bakteri dan jamur. Ketika kain pel yang bau digunakan untuk mengepel, bau apek atau amis akan menyebar ke seluruh lantai. Jamur yang hidup di kain pel biasanya tumbuh karena kain disimpan dalam keadaan lembab dan tidak dijemur di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan mencuci kain pel menggunakan air panas dan sabun setelah digunakan. Pastikan kain dikeringkan di bawah sinar matahari atau di tempat yang tidak lembab. Ganti kain pel secara berkala setiap beberapa bulan, tergantung frekuensinya digunakan. Pilih kain pel berbahan microfiber yang tidak mudah bau dan lebih efektif mengangkat kotoran.

Cairan Pembersih yang Tidak Cocok dengan Jenis Lantai

Tidak semua cairan pembersih cocok untuk semua jenis lantai. Beberapa cairan memiliki kandungan kimia tertentu yang bisa bereaksi dengan material lantai dan menghasilkan aroma tidak sedap. Misalnya, cairan pel yang mengandung amonia bisa menimbulkan bau menyengat ketika digunakan pada lantai berbahan vinyl atau keramik tertentu. Akibatnya, walaupun wangi di botol, hasilnya justru amis dan tidak nyaman di hidung.

Pilihlah cairan pembersih yang sesuai dengan jenis lantai rumah. Bacalah label produk sebelum membeli dan lakukan tes pada bagian kecil lantai terlebih dahulu. Jika bau amis sering muncul setelah menggunakan satu jenis cairan pel, cobalah beralih ke merek lain yang bebas bahan kimia keras dan lebih ramah lingkungan.

Lantai yang Lembab Terlalu Lama dan Kurang Ventilasi

Bau amis juga bisa muncul karena lantai terlalu lama mengering. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kurangnya ventilasi udara sehingga kelembaban tertahan di dalam rumah. lembab adalah kondisi ideal bagi bakteri anaerob untuk berkembang, dan bakteri inilah yang menghasilkan bau tidak sedap. Area seperti dapur dan kamar mandi biasanya paling rentan terhadap masalah ini.

Pastikan sirkulasi udara dalam rumah berjalan baik saat mengepel. Buka semua jendela, pintu, dan nyalakan kipas angin atau exhaust fan jika ada. Usahakan mengepel pada siang hari ketika sinar matahari bisa membantu mempercepat pengeringan lantai. Di area yang sangat lembab, lap kembali lantai dengan kain kering setelah pengepelan selesai.

Sumber Bau Asal Tidak Tertangani

Kadang bau yang muncul tidak berasal dari air pel atau proses mengepel itu sendiri, melainkan dari sumber lain yang tidak terlihat. Contohnya yaitu sisa makanan tersembunyi, bangkai serangga, atau saluran pembuangan yang kotor. Ketika lantai dipel, aroma dari sumber tersebut justru tersebar ke seluruh ruangan dan tercium semakin kuat.

Untuk itu, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada area-area tersembunyi seperti kolong meja makan, belakang kulkas, area dekat tempat sampah, hingga bagian sudut rumah yang jarang dibersihkan. Jika sumber bau ditemukan, bersihkan terlebih dahulu sebelum mengepel lantai agar proses pembersihan benar-benar efektif.

Air yang Digunakan Mengandung Bau Bahan Kimia atau Zat Besi

Tidak semua air sumur atau air perpipaan dalam kondisi netral dari segi aroma. Beberapa daerah memiliki air yang mengandung zat besi tinggi atau sulfur, yang bisa menghasilkan bau amis seperti bau telur busuk. Ketika digunakan untuk mengepel, bau air tersebut akan semakin terasa setelah bercampur dengan cairan pembersih dan menyebar ke lantai.

Jika ini yang terjadi, Anda bisa menggunakan filter air atau menambahkan sedikit cuka putih ke dalam air pel untuk menetralkan bau. Alternatif lainnya, gunakan air galon untuk proses pengepelan pada area yang paling sering digunakan seperti ruang tamu atau dapur.

Teknik Mengepel yang Kurang Tepat

Kesalahan kecil saat mengepel juga dapat memicu bau amis pada lantai. Misalnya, memulai pengepelan dari daerah yang paling kotor, sehingga kotoran terbawa hingga ke seluruh bagian lantai. Atau mengepel dengan gerakan yang tidak efektif sehingga hanya menggeser kotoran, bukan mengangkatnya.

Teknik mengepel yang benar sebaiknya dimulai dari sudut yang paling bersih, lalu bergerak perlahan ke area yang lebih kotor. Jika lantai tampak sangat kotor, lakukan pengepelan dua tahap, pertama dengan air biasa untuk mengangkat kotoran utama, dan kedua dengan cairan pembersih untuk memberikan aroma segar.

Cara Praktis dan Efektif Menghilangkan Bau Amis Setelah Mengepel

Berikut beberapa langkah tambahan yang dapat dilakukan untuk memastikan hasil pengepelan benar-benar bersih dan wangi:

  1. Gunakan air hangat untuk mencampur cairan pembersih

  2. Tambahkan sedikit cuka putih atau baking soda jika bau membandel

  3. Pisahkan kain pel untuk kamar mandi dan area lain

  4. Jangan mengepel terlalu sering hingga lantai lembab berlebihan

  5. Gunakan essential oil ramah lantai jika ingin aroma lebih tahan lama

Jika semua langkah di atas diterapkan dengan benar, bau amis yang mengganggu setelah mengepel bisa dicegah secara menyeluruh. Rumah bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga terasa lebih nyaman dan menyegarkan.

Rumah yang tiba-tiba berbau amis setelah dipel bukanlah hal yang normal, melainkan pertanda bahwa ada sesuatu yang keliru dalam proses pembersihan lantai. Penyebabnya bisa datang dari air yang kotor, kain pel yang bau, teknik mengepel yang kurang tepat, hingga kondisi lantai yang lembab dan tidak mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan setiap detail ketika mengepel lantai agar hasilnya benar-benar bersih dan sehat.

Dengan mengganti air pel secara berkala, mencuci kain pel secara rutin, memilih cairan pembersih yang tepat, serta menjaga ventilasi udara agar lantai cepat kering, kita dapat menghilangkan masalah bau amis secara efektif. Rumah pun akan selalu memberikan kesan fresh dan nyaman bagi siapapun yang tinggal maupun berkunjung ke dalamnya.

Jika Anda sedang mencari hunian yang pasti sudah terpercaya serta dekat dengan tempat kuliner, Anda bisa mempercayakannya ke Ray White Kebayoran Barito. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa langsung mengunjungi website Ray White Kebayoran Barito di https://kebayoranbarito.raywhite.co.id. Find a home that suits your lifestyle with Ray White!

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)