logo-raywhite-offcanvas

27 Jan 2026 NEWS 8 min read

Cara Efektif Mengatasi Lemari yang Bau Apek Jadi Solusi Praktis agar Pakaian Tetap Segar dan Wangi

Cara Efektif Mengatasi Lemari yang Bau Apek Jadi Solusi Praktis agar Pakaian Tetap Segar dan Wangi

Lemari pakaian adalah salah satu elemen penting dalam setiap rumah yang digunakan untuk menyimpan berbagai jenis pakaian, kain, hingga barang-barang pribadi lainnya. Namun, salah satu masalah yang paling sering muncul adalah bau apek yang tiba-tiba muncul di dalam lemari. Bau ini biasanya disebabkan oleh kelembaban udara, sirkulasi yang kurang baik, serta kebiasaan penyimpanan yang kurang tepat. 

Akibatnya, pakaian yang disimpan di dalam lemari ikut menyerap aroma tersebut dan menjadi tidak nyaman ketika dipakai. Masalah ini cukup mengganggu, apalagi jika harus digunakan untuk bekerja atau bepergian. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara efektif mengatasi bau apek pada lemari, serta mencegahnya agar tidak muncul kembali. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tips praktis, penyebab utama, serta langkah pencegahan agar lemari tetap wangi dan jauh dari bau tidak sedap.

Penyebab Utama Lemari Mengeluarkan Bau Apek

Banyak orang tidak menyadari bahwa bau apek di lemari sebenarnya berasal dari kebiasaan sehari-hari. Kelembaban adalah salah satu faktor terbesar yang memicu timbulnya bau tidak sedap. Lemari yang berada di ruangan tanpa ventilasi atau terkena tampias air dapat menimbulkan jamur di permukaan kayu. Selain itu, pakaian yang belum benar-benar kering sebelum dimasukkan ke lemari juga dapat memicu pertumbuhan jamur serta bau lembab yang tidak menyenangkan. 

Kondisi udara di ruangan yang cenderung lembab juga ikut berperan. Faktor lainnya adalah kebiasaan menyimpan terlalu banyak barang sehingga sirkulasi udara di dalam lemari menjadi terbatas. Semua hal ini secara perlahan menyebabkan aroma tidak sedap yang menempel pada permukaan interior lemari dan merembet ke pakaian yang tersimpan.

Membersihkan Lemari Secara Rutin untuk Menghilangkan Jamur

Membersihkan lemari secara rutin menjadi langkah pertama yang wajib dilakukan untuk mengatasi bau apek. Anda dapat mengeluarkan semua isi lemari terlebih dahulu dan memeriksa apakah ada titik-titik jamur pada bagian dinding lemari, terutama di area sudut dan bagian belakang. Gunakan cairan pembersih anti-jamur atau campuran air hangat dengan sedikit cuka sebagai bahan alami untuk mengelap permukaan lemari. 

Cuka mengandung asam alami yang mampu membunuh bakteri dan jamur penyebab bau. Setelah pembersihan selesai, biarkan pintu lemari terbuka selama beberapa jam hingga benar-benar kering. Jangan lupa untuk memastikan tidak ada bahan kain atau karton yang lembab karena dapat menjadi sumber bau. Pembersihan sebaiknya dilakukan minimal setiap tiga bulan sekali untuk menjaga kebersihan dan mengurangi risiko bau apek kembali muncul.

Memaksimalkan Sirkulasi Udara di Dalam Ruangan

Sirkulasi udara yang baik adalah faktor penting dalam mencegah bau lembab pada lemari. Ruangan yang selalu tertutup tanpa ventilasi atau jendela akan menjadi lebih lembab dan memicu pertumbuhan jamur. Pastikan ruangan tempat lemari berada memiliki ventilasi yang baik. Membuka jendela setiap pagi juga dapat membantu pergantian udara segar yang berdampak positif pada kondisi interior lemari. 

Selain itu, sesekali Anda dapat membuka pintu lemari selama beberapa jam agar udara di dalamnya berganti. Metode sederhana ini sangat efektif untuk menjaga kelembaban lemari tetap stabil dan mengurangi risiko bau yang tidak diinginkan. Sirkulasi udara yang baik tidak hanya mencegah bau, tetapi juga meningkatkan umur material lemari, terutama jika terbuat dari kayu.

Menghindari Penyimpanan Pakaian dalam Keadaan Basah

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memasukkan pakaian ke dalam lemari meskipun masih sedikit lembab atau belum benar-benar kering. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama lemari berbau apek. Pakaian seperti handuk, jaket, atau bahan tebal lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk kering sempurna. Agar lebih aman, Anda dapat menjemurnya lebih lama atau mengeringkannya dengan bantuan mesin pengering sebelum menyimpan. 

Penyimpanan pakaian basah langsung di dalam lemari akan meningkatkan risiko jamur dan bau yang menempel pada pakaian lain. Sebaiknya, pisahkan pakaian dengan tingkat kelembaban berbeda untuk menjaga udara dalam lemari tetap segar. Ini adalah kebiasaan sederhana namun sangat berpengaruh dalam jangka panjang.

Menggunakan Bahan Alami Penyerap Bau

Jika Anda ingin menghilangkan bau apek tanpa bahan kimia, beberapa bahan alami dapat menjadi pilihan. Arang aktif adalah salah satu penyerap bau yang sangat efektif. Arang dapat menyerap kelembaban sekaligus aroma tidak sedap dengan cepat. Anda cukup memasukkan beberapa potongan arang ke dalam wadah kecil dan letakkan pada sudut lemari. 

Bahan lain yang bisa digunakan adalah bubuk kopi. Selain menyerap bau, kopi juga memberikan aroma yang lebih segar. Anda juga dapat menggunakan irisan lemon kering, kulit jeruk, atau baking soda untuk menetralkan bau. Semua bahan ini aman, ekonomis, dan mudah ditemukan di rumah. Penggunaan bahan alami ini dapat dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan agar lemari tetap wangi.

Menyimpan Pengharum Lemari agar Pakaian Selalu Segar

Selain menggunakan bahan alami, Anda juga bisa memakai pengharum lemari khusus yang banyak dijual di pasaran. Pilihan ini banyak digemari karena aromanya lebih tahan lama dan beragam. Ada pengharum berbentuk gel, sachet, hingga padat yang bisa diletakkan di sudut lemari. Pemakaian pengharum ini tidak hanya memperbaiki aroma, tetapi juga memberi kesan pakaian selalu bersih dan baru. 

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memilih produk karena beberapa pengharum lemari mengandung zat kimia kuat yang dapat mempengaruhi tekstur kain atau menyebabkan iritasi. Pilih produk dengan aroma ringan dan bahan non-toksik agar nyaman saat pakaian digunakan.

Meminimalkan Barang yang Tidak Penting di dalam Lemari

Lemari yang penuh sesak akan mengurangi sirkulasi udara dan membuat perabot sulit bernapas. Hal ini menyebabkan aroma lembab muncul lebih cepat. Sebaiknya, sortir barang-barang yang jarang digunakan dan keluarkan dari lemari. Anda juga bisa menyimpan barang musiman dalam kotak khusus agar tidak memakan tempat. 

Ruang kosong di dalam lemari membantu udara bersirkulasi secara alami dan mencegah munculnya bau. Menyimpan terlalu banyak pakaian dalam tumpukan rapat juga dapat mempercepat munculnya bau karena udara terperangkap. Kebiasaan merapikan lemari secara berkala akan memberikan banyak manfaat dan membuat interior lemari terlihat lebih bersih dan rapi.

Menggunakan Silica Gel sebagai Penyerap Kelembaban

Silica gel adalah benda kecil yang banyak ditemukan dalam kemasan sepatu atau tas ketika dibeli baru. Silica gel memiliki kemampuan menyerap kelembaban dengan baik. Anda dapat menaruh beberapa kantong silica gel dalam lemari untuk mencegah udara lembab yang memicu bau. Keunggulan silica gel adalah praktis, murah, dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, pastikan untuk menggantinya setiap beberapa bulan agar fungsinya tetap optimal. Penggunaan silica gel sangat cocok bagi Anda yang tinggal di daerah dengan kelembaban udara tinggi atau sering hujan.

Menjemur Lemari pada Cahaya Matahari Langsung

Cara ini terutama berlaku untuk lemari yang terbuat dari kayu. Kayu yang lembab sangat rentan ditumbuhi jamur. Jika memungkinkan, keluarkan lemari dari ruangan dan jemur di bawah sinar matahari. Sinar matahari memiliki efek desinfeksi alami dan membantu mengurangi kadar air dalam pori-pori kayu. 

Setelah dijemur, permukaan kayu akan terasa lebih kering dan aroma lembab berkurang drastis. Namun, hindari menjemur terlalu lama karena dapat membuat permukaan kayu retak atau kehilangan warna. Menjemur lemari sebaiknya dilakukan beberapa kali dalam setahun, terutama saat musim hujan.

Memastikan Ruangan Bebas dari Sumber Air

Beberapa rumah memiliki masalah kebocoran kecil yang tidak disadari, seperti rembesan dinding atau pipa bocor. Lemari yang ditempatkan dekat area tersebut berpotensi menyerap kelembaban lebih besar. Periksa terlebih dahulu dinding ruangan di mana lemari berada. 

Jika terlihat jamur atau noda lembab, segera tangani sebelum memperburuk kondisi lemari. Anda juga dapat menggunakan dehumidifier untuk membantu menstabilkan kelembaban ruangan. Menjaga ruangan tetap kering adalah salah satu langkah pencegahan paling efektif terhadap bau apek.

Membersihkan Pakaian Sebelum Disimpan

Selain kondisi lemari, kualitas pakaian yang disimpan juga mempengaruhi aroma. Pakaian yang masih menyimpan bau keringat dapat menjadi sumber aroma tidak sedap. Cucilah pakaian dengan bersih sebelum menyimpannya. 

Gunakan pewangi pakaian dan pastikan benar-benar kering. Pakaian tertentu seperti jaket bulu atau sweater sering membutuhkan perhatian ekstra karena kemampuan menyerap bau yang lebih tinggi. Jika perlu, lakukan perawatan dry-clean untuk menjaga kualitas kain sekaligus mencegah penumpukan aroma.

Menggunakan Rak Tambahan agar Pakaian Tidak Menumpuk

Jika Anda memiliki banyak pakaian, gunakan rak tambahan atau organiser untuk memisahkan pakaian berdasarkan jenis. Tumpukan pakaian yang terlalu rapat akan menyimpan udara lembab dan menimbulkan bau. Dengan penyimpanan terorganisir, udara di dalam lemari mengalir lebih baik sehingga mengurangi risiko bau. Metode ini juga membantu Anda menemukan pakaian lebih mudah dan menjaga agar lemari tidak terlihat penuh.

Merawat Material Lemari Secara Berkala

Material lemari yang terbuat dari kayu memiliki aroma alami yang khas, namun seiring waktu dapat menyerap kelembaban. Anda dapat mengoleskan cairan khusus perawatan kayu untuk menjaga permukaan tetap kering dan bersih. Untuk lemari berbahan plastik atau besi, pembersihan rutin sudah cukup. Pastikan tidak ada noda lembab yang menempel di bagian dalam lemari. Merawat material lemari akan membuat umur pakainya lebih lama dan aroma lebih terkontrol.

Langkah Pencegahan agar Lemari Tidak Bau Lagi

Untuk mencegah bau apek terjadi kembali, lakukan beberapa kebiasaan sederhana seperti membuka pintu lemari sesekali, tidak menyimpan pakaian berbau, dan melakukan pembersihan rutin. Anda juga dapat mengganti pengharum lemari secara berkala. Selain itu, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik. Kebiasaan kecil seperti menjemur pakaian secara maksimal juga memberikan dampak besar dalam menjaga aroma lemari.

Bau apek pada lemari memang menyebalkan, terutama jika aroma tersebut menempel pada pakaian yang akan dipakai. Masalah ini dapat muncul akibat kelembaban, jamur, dan kebiasaan penyimpanan yang kurang tepat. 

Namun, dengan melakukan langkah-langkah sederhana seperti membersihkan lemari secara berkala, menjaga sirkulasi udara, menggunakan bahan penyerap bau alami, serta merawat pakaian sebelum disimpan, bau apek dapat teratasi dengan efektif. Pencegahan adalah kunci utama agar aroma tidak muncul kembali. Dengan menerapkan tips di atas, lemari Anda akan lebih bersih, terawat, dan pakaian pun selalu segar setiap saat.

Jika Anda ingin mendapatkan properti yang dekat dengan kawasan strategis, Ray White Kebayoran Barito hadir untuk membantu Anda. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Segera hubungi Ray White Kebayoran Barito di (021) 724-1333 untuk mendapatkan berbagai penawaran properti yang sangat menarik. Miliki properti mewah dan strategis bersama Ray White Kebayoran Barito! Anda juga bisa kunjungi website Ray White Kebayoran Barito dihttps://kebayoranbarito.raywhite.co.id/.

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)