logo-raywhite-offcanvas

31 Jan 2026 NEWS 7 min read

Mengapa Tidak Boleh Menggunakan Air Keran untuk Ikan di Aquarium? Ini Alasannya!

Mengapa Tidak Boleh Menggunakan Air Keran untuk Ikan di Aquarium? Ini Alasannya!

Merawat ikan hias di aquarium bukan hanya soal memberi makan atau memilih dekorasi yang indah. Kualitas air adalah kunci utama kesehatan ikan. Sayangnya, masih banyak pemilik aquarium pemula yang mengira bahwa air keran bisa digunakan langsung tanpa perlakuan khusus. Padahal, air keran menyimpan banyak kandungan yang bisa membahayakan bahkan membunuh ikan dalam waktu singkat. Lalu, apa sebenarnya yang membuat air keran tidak aman untuk ikan? 

Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai alasan mengapa air keran tidak boleh digunakan langsung di aquarium, serta bagaimana cara mengolahnya agar menjadi air berkualitas baik bagi kehidupan ikan hias.

Kandungan Klorin dan Kloramin yang Berbahaya untuk Ikan

Sebagian besar wilayah di Indonesia menggunakan air PAM atau PDAM yang telah diberi bahan kimia seperti klorin dan kloramin untuk membunuh bakteri berbahaya dalam air. Meskipun sangat bermanfaat untuk manusia agar air aman dikonsumsi, senyawa ini justru menjadi ancaman besar bagi makhluk air seperti ikan. Klorin dapat merusak insang ikan sehingga ikan mengalami kesulitan bernapas, stres berat, bahkan mati dalam hitungan menit jika konsentrasinya tinggi. 

Tidak hanya itu, kloramin yang bersifat lebih stabil dapat menyebabkan keracunan jangka panjang serta merusak mikroorganisme baik yang sangat dibutuhkan untuk sistem filtrasi alamiah dalam aquarium. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa air keran tidak boleh dimasukkan langsung ke aquarium tanpa proses deklorinasi yang tepat.

Logam Berat yang Tidak Terlihat Tapi Mematikan

Air keran umumnya melewati berbagai pipa logam sebelum sampai ke rumah pengguna. Selama proses itu, air bisa terkontaminasi oleh logam berat seperti timbal, tembaga, seng, dan besi. Walaupun konsentrasinya rendah dan mungkin tidak berdampak pada tubuh manusia dalam jangka pendek, bagi ikan yang sangat sensitif, logam berat ini bisa menjadi racun yang sangat berbahaya. 

Beberapa spesies ikan seperti ikan air tawar berukuran kecil akan lebih rentan terkena paparan logam berat dan menunjukkan gejala seperti berenang tidak stabil, perubahan warna tubuh, serta kerusakan pada sistem saraf. Oleh karena itu, sebelum digunakan, air keran harus difilter dan diperlakukan dengan benar untuk memastikan logam-logam berbahaya ini tersaring atau dinetralkan.

pH Air Keran yang Tidak Selalu Cocok untuk Ikan

Setiap jenis ikan memiliki preferensi pH yang berbeda tergantung habitat asalnya. Misalnya ikan air tawar dari sungai tropis cenderung membutuhkan pH yang agak asam, sementara ikan dari danau besar tertentu lebih suka pH netral atau sedikit basa. Air keran di berbagai daerah jumlah pH-nya sangat bervariasi, bahkan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung proses pengolahan air PDAM. 

Jika pH air terlalu tinggi atau terlalu rendah, ikan dapat mengalami gangguan metabolik, iritasi kulit, stres, hingga kematian mendadak akibat syok pH. Itulah sebabnya, pH air untuk aquarium harus selalu diukur dan disesuaikan dengan kebutuhan ikan sebelum dipindahkan ke dalam habitatnya.

Adanya Bakteri dan Mikroorganisme Tak Diundang

Meskipun air keran telah melalui proses desinfeksi dan penyaringan, bukan berarti air tersebut sepenuhnya bebas dari mikroorganisme berbahaya. Dalam beberapa kasus, bakteri penyebab penyakit masih dapat bertahan atau masuk kembali setelah proses distribusi. Kehadiran bakteri seperti Aeromonas, Pseudomonas, dan parasit lainnya dapat memicu berbagai penyakit pada ikan, terutama ketika ikan dalam kondisi stres akibat perpindahan lingkungan. 

Sementara di dalam aquarium, sistem biologis sangat bergantung pada bakteri baik seperti Nitrosomonas dan Nitrobacter yang membantu mengurai amonia dan nitrit. Ketika air tidak stabil dan mengandung bakteri berbahaya, keseimbangan ekosistem aquarium akan terganggu dan ikan menjadi rentan terhadap infeksi.

Suhu Air Keran Tidak Stabil dan Mengganggu Adaptasi Ikan

Saat mengambil air langsung dari keran, suhu air biasanya mengikuti keadaan pipa yang dialiri. Saat cuaca panas, air keran dapat menjadi hangat, dan pada kondisi tertentu air bisa sangat dingin. Perubahan suhu yang terlalu drastis dapat menimbulkan shock pada ikan karena tubuh mereka tidak bisa menyesuaikan perubahan lingkungan secara tiba-tiba. 

Ikan hias sangat bergantung pada stabilitas suhu untuk menjalankan fungsi tubuh normalnya. Jika suhu berubah mendadak, proses metabolisme ikan bisa terganggu sehingga menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, rentan stres, dan memicu penyakit serius seperti white spot. Oleh karena itu, stabilitas suhu menjadi faktor vital dalam pemeliharaan aquarium.

Air Keran Tidak Mengandung Mineral dan Unsur Penting untuk Kesehatan Ikan

Walaupun beberapa mineral dapat membahayakan jika terlalu banyak, ikan tetap membutuhkan keseimbangan mineral tertentu untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan. Sayangnya, air keran yang telah mengalami proses penyaringan dan desinfeksi seringkali kekurangan mineral alami yang diperlukan untuk mendukung sistem fisiologi ikan dan organisme akuatik lainnya seperti tanaman air. 

Kekurangan mineral dapat menyebabkan masalah seperti pertumbuhan terhambat, tulang melemah, serta terganggunya proses osmoregulasi. Maka dari itu, banyak aquarist menambahkan suplemen khusus atau menggunakan air yang sudah teraktivasi untuk membantu menjaga keseimbangan mineral yang dibutuhkan.

Pengaruh Kandungan Amonia, Nitrit, dan Nitrat dalam Air Keran

Ketika ada kebocoran atau prosedur pengolahan yang tidak sempurna, air keran bisa mengandung amonia, nitrit, dan nitrat pada tingkat tertentu. Walaupun ini jarang terjadi, namun jika kandungan tersebut tinggi, dampaknya sangat berbahaya bagi makhluk hidup di aquarium. Amonia bersifat sangat toksik dan dapat merusak sistem pernapasan ikan, membuat insang seperti terbakar. 

Nitrit menyebabkan darah ikan tidak mampu mengikat oksigen dengan baik sehingga ikan bisa mati lemas meskipun berada dalam air yang kaya oksigen. Sedangkan nitrat dalam jumlah tinggi dapat memicu pertumbuhan alga yang berlebihan dan menyebabkan kualitas air menurun drastis. Maka, menguji air sebelum digunakan untuk aquarium merupakan tindakan yang sangat dianjurkan.

Risiko Menyebabkan Ledakan Alga di aquarium

Air keran biasanya mengandung fosfat tambahan atau sisa pupuk organik yang terbawa dari alam. Ketika unsur tersebut terpapar cahaya di aquarium, alga dapat berkembang sangat cepat dan mengganggu estetika aquarium. 

Pertumbuhan alga berlebih juga akan menghambat sirkulasi oksigen serta mengambil nutrisi yang seharusnya digunakan tanaman air. Situasi ini akan menciptakan lingkungan yang tidak nyaman dan sangat merugikan ikan. Maka sebelum digunakan, air harus diolah untuk mengurangi kadar fosfat agar pertumbuhan alga tetap terkendali.

Mengganggu Keseimbangan Biologis aquarium

Ketika kita menambahkan air keran secara langsung, proses deklorinasi alami yang seharusnya terjadi dalam sistem filtrasi biologis aquarium dapat terganggu. Klorin dan kloramin dapat membunuh bakteri baik yang bertugas memproses limbah amonia menjadi nitrat yang lebih aman. 

Efeknya, aquarium menjadi tidak seimbang dan ikan bisa keracunan zat beracun seperti amonia dan nitrit. Ekosistem aquarium yang stabil membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk terbentuk. Oleh karena itu, penambahan air harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengacaukan siklus nitrogen yang sudah berjalan baik.

Cara Aman Menggunakan Air Keran untuk Aquarium

Meskipun banyak risiko, bukan berarti air keran sama sekali tidak boleh digunakan untuk aquarium. Air keran tetap bisa menjadi pilihan praktis dan ekonomis jika melalui beberapa proses pengolahan yang benar. Berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan:

  1. Biarkan air mengendap 24–48 jam 

  2. Gunakan water conditioner 

  3. Sesuaikan suhu air

  4. Uji pH dan kandungan amonia–nitrit–nitrat 

  5. Gunakan filter dan media biologis 

  6. Tambahkan bakteri starter

Jika menerapkan langkah-langkah tersebut, air keran bisa digunakan tanpa membahayakan kesehatan ikan dalam jangka panjang.

Air keran memang terlihat bening dan aman bagi manusia, namun untuk ikan aquarium, air tersebut bisa menjadi ancaman besar jika digunakan tanpa pengolahan yang tepat. Kandungan klorin, kloramin, logam berat, fluktuasi pH, suhu tidak stabil, hingga potensi bakteri dan zat kimia lain membuat air keran tidak cocok langsung digunakan untuk ikan. Memahami kualitas air adalah bagian terpenting dalam hobi memelihara ikan. 

Dengan melakukan perawatan dan pengolahan air yang benar sebelum memasukkannya ke aquarium, kita tidak hanya menjaga ikan tetap hidup, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat dan stabil bagi seluruh ekosistem akuatik di dalamnya. Jadi, sebelum menuangkan air keran ke aquarium, pastikan Anda sudah melakukan langkah yang tepat agar ikan tetap sehat, ceria, dan bisa hidup lebih lama.

Jika Anda ingin mendapatkan properti yang dekat dengan kawasan strategis, Ray White Kebayoran Barito hadir untuk membantu Anda. Ray White telah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang properti. Segera hubungi Ray White Kebayoran Barito di (021) 724-1333 untuk mendapatkan berbagai penawaran properti yang sangat menarik. Miliki properti mewah dan strategis bersama Ray White Kebayoran Barito! Anda juga bisa kunjungi website Ray White Kebayoran Barito dihttps://kebayoranbarito.raywhite.co.id/.

Written by: Jennifer Rantelobo (Copywriter of Ray White PPC Group)

Approved by: Cynthia Natalia William (Marcomm of Ray White & Loan Market PPC Group)